BASELPOS.CO, Bangka Selatan. Warga terdampak hutan tanam industri (HTI) PT Hutan Lestari Raya (HLR) di tiga Kecamatan yaitu Pulau Besar, Payung dan Simpang Rimba untuk sementara waktu tidak akan melakukan aksi demo lagi lantaran aspirasi mereka sudah ditindaklanjuti oleh Bupati Bangka Selatan dan DPRD Bangka Selatan.
Hal itu diungkapkan oleh perwakilan warga terdampak HTI PT HLR dari beberapa desa di tiga Kecamatan di Bangka Selatan usai mengadakan audiensi di ruang kantor Bupati Bangka Selatan, Rabu (03/09/2025).
Dalam audiensi yang dihadiri oleh Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi, Ketua DPRD Bangka Selatan Erwin Asmadi, Perwakilan Polres dan Kodim 0432 Bangka Selatan, serta kepala Dinas terkait, perwakilan warga dari beberapa desa di tiga Kecamatan di Bangka Selatan telah menyampaikan alasan warga menolak HTI PT HLR diwilayah mereka.
Aspirasi alasan apenolakan warga tersebut akan ditindaklanjuti Pemkab dan DPRD Bangka Selatan bersama warga yang rencananya akan mendatangi langsung kantor Kementerian terkait di Jakarta selalu pihak menerbitkan izin.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan jajarannya serta Ketua DPRD yang sudah menindaklanjuti aspirasi kami terkait penolakan HTI di desa kami masing-masing. Untuk sementara kami tidak melakukan aksi demo penolakan lagi dan fokus untuk mengawal proses usulan pencabutan izin ini sampai ke Pusat,” Kata Ali Akbar, perwakilan warga desa Batubetumpang.
Ia berharap Pemerintah pusat dapat mendengar dan mengabulkan aspirasi masyarakat yang telah disampaikan melalui DPRD Provinsi Bangka Belitung, DPRD Bangka Selatan dan Pemkab Bangka Selatan.
Senada dikatakan M Karnovi perwakilan warga Bedengung. Dirinya mengajak masyarakat terdampak HTI untuk fokus mengawal proses usulan pencabutan izin HTI yang telah disampaikan kepada Pemerintah daerah tanpa harus melakukan aksi demo lagi.
“Terkait penolakan HTI di desa kami masing-masing kami tidak melakukan aksi demo lagi dan kami akan fokus mengawal proses usulan pencabutan izinnya,” Tegasnya.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid didampingi Wakil Bupati Debby Vita Dewi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan secara resmi oleh perwakilan masyarakat dan akan segera menindaklanjutinya.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi dengan elegan tanpa harus melakukan aksi demo ke Pemkab Bangka Selatan.
“Muara dari aspirasi masyarakat adalah tindaklanjut dari pemerintah daerah. hari ini, tanpa demo pun aspirasi kawan-kawan sudah kami terima dan akan segera kami tindaklanjuti. Sebenarnya, sejak kami tau ada permasalahan ini, secara diam-diam saya sudah bergerak dan mengumpulkan informasi permasalahannya dan hari ini diperkuat lagi dengan bukti laporan dari kawan-kawan. Saya tidak ingin menyelesaikan masalah ini hanya menenangkan masyarakat sementara, tapi saya ingin masalah ini tuntas dan masyarakat bisa tenang. Kami harap masyarakat tetap berada dibarisan kami dalam menindaklanjuti aspirasi ini,” Katanya.
Dirinya kata dia akan mengikutsertakan perwakilan dari desa masing-masing yang terdampak HTI untuk ikut rombongan Pemerintah daerah ke Kementerian terkait guna mengawal aspirasi masyarakat agar transparan.
“Langkah awal ini kami segera menyurati pihak perusahaan untuk tidak beroperasi dulu demi menjaga kondusifitas. Selanjutnya kami akan mengikutsertakan perwakilan warga ke Kementerian terkait biar sama-sama tau perkembangannya,” Jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bangka Selatan Erwin Asmadi mengatakan akan tetap berada di barisan rakyat dalam mengawal aspirasi masyarakat terdampak HTI.
“Mari kita kawal sama-sama, DPRD Bangka Selatan tidak akan tinggal diam dan siap mengawal aspirasi masyarakat,” Tegasnya.
Ia mengimbau warga untuk tetap tenang dan menahan diri demi menjaga Kamtibmas dan kondusifitas di daerah masing-masing.









