Pasang iklan di sini
Silakan pasang iklan di sini
next arrow
previous arrow
Bangka Selatan

Kepsek Tunjukkan Bukti Tindaklanjut Laporan Kasus Bullying di Salah Satu SD di Bangka Selatan

221
×

Kepsek Tunjukkan Bukti Tindaklanjut Laporan Kasus Bullying di Salah Satu SD di Bangka Selatan

Sebarkan artikel ini

BASELPOS.CO, Toboali. Pihak sekolah di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Toboali mengaku telah mengambil tindakan terhadap siswa yang melakukan perundungan terhadap salah satu siswa lainnya.

Menurut Kepala Sekolah, Cholid, pada tanggal 17 Juli 2025, Guru di sekolah tersebut sudah menerima laporan dugaan perundungan dari ibu korban yang dilakukan oleh enam orang siswa yang merupakan kakak kelas korban.

Mendapat laporan tersebut kata dia, Pihak sekolah langsung memanggil keenam siswa yang diduga melakukan perundungan secara verbal (mengejek) korban dengan kata-kata yang kurang pantas.

“Tanggal 17 Juli 2025 kami sudah mendapat laporan dari ibu korban yang datang ke sekolah melaporkan bahwa anaknya menjadi korban perundungan dan kami langsung memanggil keenam siswa tersebut. Ini ada semua bukti pemanggilannya,” Katanya kepada awak media.

Keenam siswa tersebut kata dia langsung diberi sanksi dengan membuat pernyataan yang ditandatangani oleh pelaku dan orang tua pelaku yang isinya tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut dan siap dikeluarkan dari sekolah jika masing mengulangi.

Setelah kejadian itu kata dia, tidak ada lagi kejadian di sekolah, namun korban belum masuk sekolah.

Beberapa hari kemudian lanjut dia, pihaknya mendapat informasi dari status WhatsApp orang tua korban bahwa anaknya dirawat di RSUD Bangka Selatan dan akan menjalani operasi.

“Setelah tau informasi siswa kami yang menjadi korban perundungan itu masuk rumah sakit, kami berencana mau menjenguk namun siswa kami tersebut sudah dioperasi jadi kami dengan guru-guru sepakat menjenguknya setelah operasi. Namun tiba-tiba kami mendapatkan informasi siswa kami sudah meninggal dunia dan kami turut berduka cita,” Ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Anshori mengaku turut berduka cita atas meninggalnya siswa tersebut.

Pemkab Bangka Selatan kata dia telah menurunkan tim investigasi bersama LPAI Bangka Belitung untuk menelusuri kasus tersebut.

“Saya mewakili pimpinan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu siswa kita. Kami mengakui awalnya memang ada perundungan verbal (ejekan) terhadap korban oleh beberapa siswa lainnya seperti yang disampaikan oleh pihak sekolah, namun untuk penyebab siswa ini meninggal belum bisa kami simpulkan dan pak Bupati setelah mendapat informasi ini langsung memerintahkan tim untuk melakukan investigasi kasus ini agar terang benderang,” Ungkapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *