Pasang iklan di sini
Silakan pasang iklan di sini
next arrow
previous arrow
Bangka Belitung

Kompak Saat Pilkada, Gubernur Hidayat dan Wagub Hellyana Berseteru Saat Mulai Menjabat

564
×

Kompak Saat Pilkada, Gubernur Hidayat dan Wagub Hellyana Berseteru Saat Mulai Menjabat

Sebarkan artikel ini

BASELPOS.CO, Bangka Belitung. Perseteruan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dan Wakil Gubernur Hellyana nampaknya belum usai.

Kedua belah pihak masih saling memberikan sanggahan melalui pemberitaan di berbagai media.

Padahal, saat mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bangka Belitung pada Desember 2024 lalu, kedua pasangan yang mengusung tagline Berdaya ini nampak kompak hingga berhasil mengambil hati rakyat Bangka Belitung.

Namun, Kedua Pemimpin Bangka Belitung yang dilantik pada 17 April 2025 lalu berseteru saat mulai menjabat menjalankan amanah rakyat untuk menuju Babel Berdaya.

Wagub Hellyana saat jumpa pers di kantor UPT PU Provinsi Babel di Tanjungpandan pada Jumat (11/7/2025) mengatakan jika hubungannya dengan Gubernur Hidayat Arsani mulai retak sejak hari pertama bekerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Dari hari pertama sebetulnya agak kesusahan berkomunikasi, tidak seperti kampanye, telepon tiap hari, video call, jadi mulai hari pertama udah mulai susah berkomunikasi. Kita hadirkan dihadapan masyarakat semua baik. Tapi memang secara pribadi yang kita rasakan begitu,” Katanya.

Menurut Hellyana, Pada saat retreat Kepala Daerah, dirinya masih berkomunikasi dengan Gubernur Hidayat Arsani dan terakhir berkomunikasi saat dirinya mengirimkan peraturan tentang kewenangan Wakil Gubernur melalui pesan WhatsApp kepada Gubernur Hidayat.

“Komunikasi terakhir saya WA mengirimkan tentang peraturan-peraturan fungsi dan tugas wewenang Wakil Gubernur. Beliau jawab gugat saja Bu, katanya gitu,” Jelasnya.

Menurut Hellyana, peraturan tersebut melemahkan fungsi dan kewenangannya sebagai Wakil Gubernur sehingga dirinya mengadu ke DPRD Bangka Belitung.

Menanggapi pernyataan Wagub Hellyana tersebut, Gubernur Hidayat Arsani kepada awak media mengaku dirinya merasa tidak berkonflik dengan Wakilnya itu.

Namun kata dia, Wagub Hellyana merasa tidak puas dengan peraturan yang dibuat oleh Biro Hukum Pemprov Bangka Belitung.

“Sebenarnya tidak ada konflik antara Wakil Gubernur dan Gubernur, Masalah peraturan saja yang membuat Ibu Wagub tidak puas dengan peraturan yang dibuat oleh Kepala Biro Hukum Pemerintah Daerah, Salah satunya Gubernur itu adalah atasan tertinggi pengguna anggraran. Selama ini kita dengan Ibu Wagub ini yang dikatan ada empat masalah itu tidak benar dan bohong sekali,” Kata Gubernur Hidayat.

Ia berharap Wagub Hellyana tidak membawa permasalah tersebut dalam suku, ras, idealisme dan perpecahan.

“Saya sangat beruntung jika ibu Wagub membawa permasalahan ini ke Pengadilan PTUN, itu tempat yang tertinggi. Kalau itu salah kita mundur, kalau benar kita pertahankan karena dalam peraturan Gubernur itu pimpinan tertinggi, tidak ada kesetaraan antara Wakil Gubernur dan Gubernur, maksud ibu ini kita harus setara,” Katanya.

Lebih lanjut Gubernur Hidayat Arsani mengatakan, Pembatasan Dinas Luar yang ia lakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden tentang efisiensi anggaran.

“Sedangkan ibu Wagub tanda kutip DL kurang jelas, kemana arahnya, dari sepuluh, tiga yang resmi, tujuh enggak tau dan sekarang kita juga pusing katanya ibu Wagub ini tidak berfungsi, sedangkan kami tiap hari berkantor, beliau tidak tau kemana arahnya dan selalu pergi DL tanpa sepengatahuan kami. Saya rasa tidak pernah bermusuhan. Sayang senang dengan Wakil Gubernur yang baik. Jadi indikasi ada konflik itu saya tidak merasakan. Saya bekerja sesuai aturan,” Lanjutnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *