BASELPOS.CO, Toboali –Pengoperasian Perdana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsana Wilayah Toboali dan Pendistribusiannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diKabupaten Bangka Selatan, tepatnya di SMA Negeri 1 Toboali berjalan lancar.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, Hadirnya SPPG Angsana diharapkan mampu mendukung kelancaran penyediaan makanan bergizi bagi para pelajar sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Bangka Selatan.
“Dengan beroperasinya sentra produksi ini, pemerintah optimistis program MBG dapat berjalan lebih efektif, efisien, serta memberikan dampak langsung bagi penerima manfaat,” kata dia.
Ia juga mengapresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mewujudkan pengoperasian SPPG dan pendistribusian perdana MBG tersebut.
“Ini merupakan kabar baik untuk pemerintah daerah berkat kerja sama dan komitmen kita semua, hari ini perdana dilaksanakan pendistribusian langsung MBG kepada penerima manfaat di SMA Negeri 1 Toboali,” kata dia.
Ia menekankan bahwa program MBG bukan hanya memberikan manfaat untuk peningkatan gizi pelajar, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Program ini mendorong pemberdayaan tenaga kerja lokal serta membuka peluang bagi vendor, petani, dan nelayan setempat untuk terlibat dalam rantai pasok bahan baku.
“Untuk itu, saya tegaskan bahwa bahan baku yang digunakan harus berasal dari Kabupaten Bangka Selatan agar memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan menekankan agar seluruh SPPG di Bangka Selatan ke depannya dapat beroperasi dengan baik dan mandiri, tanpa ketergantungan bahan baku dari luar daerah” jelas dia.
Ia juga menyoroti pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) SPPG yang telah mengalami pembaruan hingga tiga kali oleh BGN serta mengapresiasi para mitra yang sudah berusaha keras memenuhi standar tersebut.
“Contohnya seperti sejumlah peningkatan yang telah dilakukan, seperti penggunaan lemari pendingin khusus untuk menyimpan makanan yang sudah dimasak agar tidak langsung dimasukkan ke ombreng, serta aturan bahwa proses memasak tidak boleh melewati pukul 02.00 dini hari demi memastikan makanan tetap fresh saat diterima para pelajar,” ungkap dia.
Wabup Debby telah melakukan peninjauan langsung sarana dan prasarana di SPPG Angsana dan menilai bahwa SPPG ini sudah berupaya maksimal mengikuti arahan dan SOP dari BGN serta sangat layak untuk beroperasi.
“Pemerintah bertanggung jawab memastikan semua berjalan aman. Jangan sampai nanti ketika semua SPPG beroperasi, stok bahan baku justru kesulitan atau habis. Saya tidak ingin mendengar ada yang mengambil pasokan dari luar. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” jelas dia.
Ia berharap program MBG di Bangka Selatan dapat terus berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi para pelajar dan program ini juga mendukung salah satu Asta Cita Presiden, yakni penguatan sumber daya manusia agar anak-anak memperoleh gizi yang baik sehingga dapat menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya ucapkan terima kasih sekali lagi. Mari kita berdoa semoga kegiatan MBG di Bangka Selatan ini terus berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak sekolah,” pungkas dia.










