BASELPOS.CO, Bangka Selatan. Plh Kasat Pol PP Pemkab Bangka, Indra Yusaka, diduga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang mahasiswa asal Bangka Selatan, Dhaifu Alafta Azmi Amrullah di Asrama Isba Yogyakarta kamar LD.12, Kamis (18/12/2025) malam.
Ketua Isba Yogyakarta, Ara Aryanda menceritakan, Kejadian yang menimpa anggotanya tersebut terjadi sekitar pukul 18.40 WIB.
Menurut dirinya, kejadian tersebut berawal saat rombongan Pemkab Bangka yang dipimpin oleh Sekda bersama Pol PP mendadak mendatangi asrama Isba Yogyakarta tanpa koordinasi dan pemberitahuan terlebih dahulu.
“Sekitar Jam Tujuh malam tadi, rombongan Pemkab Bangka yang diketuai Sekda bersama Satpol PP Bangka datang ke asrama dan langsung menggeledah kamar-kamar dengan arogan dan nada tinggi tanpa koordinasi dan pemberitahuan terlebih dahulu,” Jelasnya, Jumat (19/12/2025) dinihari.
Aksi penggeledahan tersebut jelas dia sampai ke kamar Dhaifu selaku ketua Asrama.
“Dhaifu sebagai ketua asrama nanya dong maksud dan tujuan kedatangan rombongan Pemkab Bangka tersebut dan kenapa marah-marah. Kemudian Plt Satpol PP Bangka tersebut tidak terima dan langsung membuka jaket lalu melakukan penganiayaan terhadap dhaifu,” Jelasnya.
Pihaknya mengaku bingung dengan kedatangan Rombongan Pemkab Bangka tersebut lantaran tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu.
Atas kejadian tersebut, Pihaknya meminta tragedi penganiayaan tersebut di proses secara hukum.
Tak berselang lama, Dhaifu yang menjadi korban penganiayaan tersebut telah melaporkan peristiwa itu ke SPKT Polresta Yogyakarta dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) no: STTLP/288/XII/2025/SPKT/POLRESTA YOGYAKARTA/POLDA D.I YOGYAKARTA tanggal 18 Desember 2025 Pukul 23.14 Wib.
Berdasarkan surat keterangan dokter PKU Muhammadiyah Yogyakarta no: 16926/MED.DIAG/XII/2025 tanggal 18 Desember 2025, Dhaifu didiagnosis mengalami memar di area rahang kanan, setelah ditampar pada pipi kanan dan dicekik dibagian leher.
Sementara itu, Dede Adam, Orang tua korban membenarkan peristiwa penganiayaan yang menimpa putranya yang sedang menimba ilmu di Yogyakarta.
“Betul saya sudah menerima kabar dari anak saya langsung bahwa anak saya telah menjadi korban penganiayaan diduga oleh Plh Kasat Pol PP Bangka di Asrama Isba Yogyakarta. Apapun alasannya kekerasan ini tidak boleh terjadi dan saya minta pelakunya diproses secara hukum,” Tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Redaksi Baselpos.co terus melakukan upaya konfirmasi dan membuka ruang hak jawab selebar-lebarnya kepada pihak terkait sesuai Undang-undang no 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.










