IMG-20260218-WA0010
next arrow
previous arrow
Bangka Selatan

Kebut Pembangunan Infratsruktur di Pulau Lepar, Satgas TMMD 127 Kodim 0432/Basel Kirim Alat Berat Lewat Jalur Laut

22
×

Kebut Pembangunan Infratsruktur di Pulau Lepar, Satgas TMMD 127 Kodim 0432/Basel Kirim Alat Berat Lewat Jalur Laut

Sebarkan artikel ini

BASELPOS.CO, Pulau Lepar – Meskipun tak memiliki jalur darat untuk mengangkut peralatan, logistik dan material bangunan, namun tidak menyurutkan langkah Satgas TMMD ke-127 Kodim 0432/Basel dalam mengabdi kepada masyarakat di daerah kepulauan di Bangka Selatan.

Personel TNI bersama masyarakat membawa logistik, material bangunan hingga alat berat menggunakan jalur laut.

Pengangkutan dilakukan dari Pelabuhan Sadai menuju Pelabuhan Penutuk, Pulau Lepar, dengan waktu tempuh lebih dari 30 menit menggunakan kapal kayu tradisional jenis longboat dan tongkang.

Medan laut yang cukup menantang menjadi bagian dari perjuangan pengabdian personel TNI AD di daerah kepulauan itu.

Alat berat yang dikirim meliputi excavator (PC), vibro, dan grader. Sementara material bangunan terdiri dari paving block, gorong-gorong, semen, besi beton, serta kayu. Seluruhnya diperuntukkan bagi pembukaan jalan, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta sasaran fisik lainnya dalam program TMMD.

Komandan SSK, Kapten Inf Tri Wahyudi, menegaskan bahwa pengiriman dari pelabuhan utama terpaksa dilakukan karena keterbatasan alat dan bahan bangunan di lokasi sasaran.

“Kami memastikan seluruh material dalam jumlah dan kualitas yang dibutuhkan sampai tepat waktu. Keterbatasan akses bukan halangan. Ini adalah komitmen TNI untuk hadir membangun negeri, termasuk dari wilayah terpencil,” ujar dia, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, setibanya di pelabuhan, personel TNI bersama warga langsung membongkar dan mengangkut material secara manual ke lokasi pembangunan. Semangat gotong royong tampak kuat, mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan.

“Warga Pulau Lepar menyambut baik program tersebut. Mereka optimistis pembukaan akses jalan dan pembangunan infrastruktur akan mengurangi keterisolasian wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *